Rabu, 05 Oktober 2011

Organisasi Laba (Usaha Brownies Amanda)

BAB I
PENDAHULUAN

Dalam menjalani proses pembelajaran tentu tidak harus berada dikelas dengan cara ceramah yang diberikan narasumber kepada para peserta didik, tetapi juga dapat dengan membuat suatu tulisan yang tentu juga bertujuan untuk menambah pemahaman peserta didik. Dalam makalah ini akan dibahas tentang organisasi laba, sebelumnya organisasi adalah suatu hal yang tidak asing lagi bagi masyarakat luas, sebab hampir di setiap lapisan masyarakat memiliki organisasi untuk menjalankan suatu tujuan yang ingin dicapai. Setiap orang memiliki dasar untuk memimpin yang juga merupakan bagian dari organisasi, paling tidak setiap masing-masing orang memimpin dirinya sendiri dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Dan dalam makalah ini saya memilih organisasi laba yaitu organisasi yang memiliki keuntungan dari usahanya sendiri sehingga memiliki pendanaan yang jelas dari keuntungannya tersebut. Berbeda dengan organisasi nirlaba yaitu membutuhkan donatur dalam pendanaannya. Kali ini saya akan membahas organisasi laba yaitu dari usaha rumahan menjadi sebuah usaha yang maju dan besar dan saya memilih Brownies Amanda. Manfaat makalah ini untuk menambah pengetahuan pembaca juga membuat tulisan ini guna memenuhi  tugas makalah softskill teori organisasi Umum. Bagaimana pun juga makalah ini belum sempurna, untuk itu penulis akan terus berusaha untuk memperbaiki dan diharapkan makalah berikutnya akan lebih baik lagi.












BAB II
TEORI
Teori organisasi adalah studi tentang bagaimana organisasi menjalankan fungsinya dan bagaimana mereka mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang-orang yang bekerja didalam ataupun masyarakat dilingkup kerja mereka. Atau juga bias diartikan suatu konsepsi, pandangan tinjauan, ajaran, pendapat atau pendekatan tentang pemecahan masalah organisasi agar lebih berhasil dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Teori organisasi muncul pada abad ke 19 dilatarbelakangi revolusi industry dan lahirnya perusahaan raksasa di Amerika Serikat. Adapun teori tentang laba menurut pendapat Donald E. Kieso, Jerry J. Weygandt dan Terry D. Warfield yang diterjemahkan oleh Emil Salim (2002:40) menyatakan bahwa:“Keuntungan adalah kenaikan ekuitas (aktiva bersih) sebuah perusahaan yang ditimbulkan oleh transaksi peripheral atau insedentil dan dari semua transaksi serta kejadian lainnya dan situasi yang mempengaruhi perusahaan selam suatu periode kecuali yang berasal dari pendapatan atau investasi oleh pemilik”. Seperti teori yang digunakan pada usaha brownies amanda yaitu Tahun 2001, kue itu punya nama resmi, yaitu Brownies Kukus Amanda. Dalarn terminolo­gi Sumi, Amanda adalah akronim dari Anak Mantu Damai atau anak dan menantu harus selalu hidup rukun dan damai.
Pengembangan rasa baru ini, kata Atin, sebagai upaya untuk pe­nyegaran dan memberi rasa alternatif pada pelanggan. Empat rasa itu didapat CV Amanda sebagai hasil kerja sama dengan Akademi Pariwisata NHI (National Hotel Institute) Bandung. Meski begitu, Sumi masih menjadi konsultan untuk soal kelayakan rasa barn itu, sebelum dilempar ke pasaran. Brownies Amanda melakukan teori tersebut untuk menyenangkan para pelanggan mereka yang sudah jauh-jauh datang.







BAB III
PEMBAHASAN

Laba sangat penting bagi suatu perusahaan, karena berhasil atau tidak suatu perusahaan pada umumnya diukur dengan laba yang diperoleh. Arti perusahaan sendiri itu adalah suatu tempat untuk melakukan kegiatan proses produksi barang atau jasa dan menghasilkan laba. Seperti usaha Brownies Amanda yang berawal dari ketidakpuasan mencoba resep bolu kukus dari seo­rang adiknya, Hj. Sumiwiludjeng (67 tahun), pada akhir 1999, mulai mengutak-utik resep itu untuk mendapatkan rasa yang lebih enak. Bagi indra pengecap Sumi, lulusan Tata Boga IKIP Jakarta (kini Universitas Negeri Jakarta), rasa bolu cokelat itu kurang nendang’. Memasak memang bukan sekadar hobi bagi Sumi. Istri pensiunan pegawai PT Pos Indonesia ini sejak dulu memanfaatkan kepandaian­nya memasak untuk menambah pemasukan keluarga, H. Sjukur Bc.AP (69 tahun). Sumi, dibantu putra sulungnya, Joko Ervianto (41 tahun), menerima pesanan kue dan makanan untuk arisan hingga pesta perkawinan. Namun, usaha ini masih bersifat industri rumahan. “Ketika akhirnya menemukan formula yang pas untuk bolu ku­kus cokelat itu, katering kami mulai menawarkan kue itu kepada pelanggan. Mengapa brownies kukus? Menurut Atin, karena tekstur kue dan warnanya yang cokelat pekat ini mirip tekstur kue brownies. Selain itu, nama brownies kukus lebih mengena di telinga calon konsu­men sehingga mereka penasaran mencicipinya. Walaupun awalnya hanya industri kecil dengan skala rumahan. Brow­nies Kukus Amanda untuk membuat pengembangan produk, antara lain adanya 4 rasa barn untuk mendampingi brownies kukus rasa orisinal, yaitu cheese cream, blueberry, tiramisu, dan choco mar­ble sebagai topping. Karena hanya topping, rasa kue orisinal tetap bisa dinikmati pada lapisan bawahnya. Harga Brownies Kukus Amanda kini antara Rp19.500 hingga Rp29.000. Pada periode ini, Brownies Kukus Amanda sudah tenar sebagai oleh-oleh bagi warga Bandung yang hendak bepergian ke luar kota. “Kami benar-benar stres karena tidak mampu memenuhi per­mintaan pembeli. Tidak jarang kami harus menghadapi kemarahan dan caci-maki calon pembeli, yang sudah jauh jauhdatang, tetapi tidak kebagian kue,” tutur Atin. Masalah itu diselesaikan Joko dengan mendesain kocokan untuk 20 resep dan kukusan superbesar yang bisa memuat 50 loyang. Tak lama kemudian, Joko juga berhasil mendesain kocokan untuk 300 resep. Setelah itu, permintaan akan Brownies Kukus Amanda jadi tidak terbendung lagi. Tak hanya di Bandung, namanya pun tenar jauh ke luar kota. Kue ini seolah menjadi oleh-oleh wajib bagi orang­orang yang berkunjung ke Bandung. Dalam sehari, meski mengaku tidak mengetahui jumlah pastinya, Atin menyebut angka seribu lebih kue habis terjual. Karyawannya pun kini sudah mencapai 200 orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar